My Interpersonal Communication: Current Skill and Expectation
Saya Angelia Austina dari Program Studi Jurnalistik dengan NIM 00000070924 sadar akan kemampuan Komunikasi Antar Personal yang saya miliki, baik kelebihan dan kekurangan. Sebelumnya, kita perlu mengetahui bahwa ada elemen-elemen untuk mengukur diri supaya sadar akan kelebihan dan kekurangan kita dalam berkomunikasi antar personal. Elemen-elemen tersebut ialah:
I. Source - Receiver ;Interpersonal Competence, Encoding - Decoding, Code - Switching
II. Messages ;Feedback Messages, Feedforward Messages
III. Channel; Sinkron (video call, call, tatap muka, dll), Asinkron (chat, email, komentar di instagram, dll)
IV. Noise; Fisikal, Psikologikal, Psiologikal, Sematik
V. Context; Dimensi fisik, Dimensi waktu, Dimensi Sosial & Psikologis, Dimensi Budaya
VI. Effect; Aspek Kognitif, Aspek Afektif, Aspek Behavioral
Berdasarkan elemen-elemen tersebut saya akan melakukan penilaian terhadap diri saya. Saya memiliki kemampuan switching bahasa dan perubahan intonasi sesuai dengan lawan bicara yang baik. Hal yang perlu dikembangkan dan diasah lagi yaitu pada Interpersonal Competence dan Encoding - Decoding, dimana saya harus lebih berlatih untuk berkomunikasi dengan jelas dan terorganisir agar apa yang saya sampaikan dapat tersalurkan sesuai dengan apa yang ingin saya sampaikan sehingga tidak menimbulkan persepsi yang salah. Saya memiliki kemampuan menyampaikan pesan nonverbal yaitu menggunakan gestur, tatapan mata, dan ekspresi. Namun hal yang perlu dikembangkan lagi adalah kemampuan menyampaikan pesan secara verbal, dan perlu untuk lebih belajar untuk mendengarkan orang lain dengan seksama sehingga saya bisa memberikan feedback yang tepat dan sesuai dengan yang dibicarakan. Perlu kita ketahui bahwa ada rules dalam mendistribusikan pesan. Pesan dapat didistribusikan secara asinkron dan sinkron. Dalam hal ini, saya masih perlu belajar rules-rules yang baik dan benar, contohnya aturan ketika menyampaikan pesan formal melalui WhatsApp, aturan ketika menelfon orang lain secara formal. Saya sadari perlu juga untuk mengolah psikologis dan mental dengan tenang, sehingga dapat berfikir dengan matang dan jernih. Pada aspek sematik dimana bisa menjadi hambatan saya dalam berkomunikasi yaitu perbedaan pengetahuan, dimana pengetahuan itu bisa jadi perbedaan pengetahuan bahasa, pengetahuan kognitif, misal saya sebagai anak jurnalis berbicara kepada anak kedokteran. Hal-hal semacam ini menjadi tantangan dan motivasi saya untuk terus belajar dan memperkaya pengetahuan. Dalam mengemas pesan pada aspek psikologis, saya juga perlu belajar mengontrol kegugupan dengan memperluas jam terbang. Pada aspek sosial, kita ketahui bahwa banyak golongan dan definisi dari masyarakat, entah itu masyarakat urban, pinggiran, petani, kelompok tertentu. Pada aspek inilah saya masih belajar bagaimana mengemas pesan sesuai konteks sosialnya. Dari segi budaya, saya cukup memiliki ketertarikan untuk belajar keberagamannya. Dari pembelajaran ini dapat memperkaya wawasan saya sehingga ketika melakukan kegiatan komunikasi yang berkaitan dengan budaya, kegiatan komunikasi dapat berjalan dengan tepat. Kegiatan komunikasi sangat berdampak dalam kehidupan. Dampak yang saya rasakan hingga saya sadari sendiri adalah saya bertumbuh dan terus berkembang dalam memperluas pengetahuan kognitif, memperluas pengaturan emosionalitas, dan memperbaiki perilaku (behavioral) sehingga menjadi manusia yang bertumbuh dan berkembang akan integritas.
Mengenai ekspektasi, saya tidak memiliki ekspektasi terhadap mata kuliah ini. Saya berharap kelas ini menjadi kelas yang kondusif, atraktif, interaktif, dan menjadi wadah untuk mahasiswa bertukar pikiran dan menambah wawasan agar lebih luas. Saya berharap di dalam kelas ini saya berani untuk interaktif dan berani untuk bertukar pikiran.
Komentar
Posting Komentar