Listening Experience
Saya Angelia Austina dari Prodi Jurnalistik 2022 dengan NIM 00000070924. Minggu lalu, saya bersama dengan 3 teman saya berbincang-bincang membahas tentang sebelum berkuliah, seperti alasan masuk ke Universitas Multimedia Nusantara, pilihan sebelum masuk Universitas Multimedia Nusantara, kehidupan pribadi, dan sebagainya.
Perbincangan itu telah terjadi proses komunikasi, terutama proses mendengarkan teman saya berbicara menceritakan kisahnya. Proses mendengarkan itu ada tahapannya dan memang terbukti saat saya dan teman saya mempraktikkannya. Proses mendengar yang saya lalui saat berbincang dengan teman dibagi menjadi lima tahapan, yaitu:
1. Receiving ( by hearing )
2. Understanding
3. Remembering
4. Evaluating
5. Responding
Dalam proses ini, tahapan yang penting bagi saya itu adalah tahap responding, yaitu ketika saya ingin memberi respon/feedback. Ketika saya memberi respon, saya ingin memberikan respon yang tepat sasaran sehingga setiap perbincangan yang saya lakukan itu ada nilainya.
Namun terkadang saat kami berbincang, ada hambatan yang kami dapatkan, yaitu lack of appropriate focus. Terkadang, kami bisa hilang fokus saat mendengarkan teman berbicara karena memikirkan apa yang akan kami tanggapi terhadap orang yang sedang berbicara. Namun, kami lebih sering fokus mendengarkan satu sama lain dan responsif.
Seusai perbincangan, kami menarik sebuah kesimpulan terhadap gaya mendengar kami, yakni:
1. Active listening; kita saling memberi respon terhadap satu sama lain saat adaa yang menjelaskan, seperti "iya sama", "bener banget", dan sebagainya.
2. Polite listening; kita mendengarkan dengan sungguh-sungguh dan memberi simbol berupa anggukan "hooh". Selain itu, kita sesekali menggunakan eye contact dengan orang yang berbicara.
Perbincangan kami didasari dengan pemahaman teori yang benar sehingga dari teori yang benar itu kami mampu menciptakan komunikasi yang sehat sehingga dapat menciptakan relasi antar personal yang sehat pula.

Komentar
Posting Komentar